Pages

Senin, 12 Desember 2011

PERATURAN PENGHORMATAN MILITER ( PPM ).


BAB I
PENDAHULUAN
1. UMUM

        Peraturan Penghormatan Militer ( PPM ) adalah salah satu faktor dalam menentukan kelangsungan tertib kehidupan anggota paskibraka. Dengan jalan melakukan latihan-latihan PPM, maka akan terwujudlah dasar sikap disiplin secara lahiriah dan bathiniah. Disamping itu penghormatan adalah suatu perwujudan tata susila sesuai kepribadian bangsa Indonesia.

2. TUJUAN KURIKULUM

      Agar para anggota paskibraka mampu melaksanakan peraturan penghormatan militer sesuai ketentuan yang berlaku.

3. RUANG LINGKUP
        a. Pendahuluan
        b. Kata-kata istilah
        c. Ketentuan umum
        d. Cara menyampaikan penghormatan
        e. Penghormatan rombongan/ pasukan

4. SUMBER BAHAN AJARAN

      Berdasarkan surat keputusan Panglima ABRI Nomor : Skep/610/VIII/1985 tanggal 8 Oktober 1985.


BAB II
KATA-KATA ISTILAH
        Sebelum kita beranjak kepenjelasan berikutnya maka perkataan-perkataan atau sebutan-sebutan dalam peraturan ini harus di artikan sebagai berikut :

a. Atasan/ Dewan Pembina
             Setiap pihak yang karena jabatannya atau dinasnya, kedudukannya lebih tinggi/ tua dari pihak
    lain yang pada saat itu bersangkutan, dibawah penasehat dan pelindung.

b. Atasan Langsung/ Senior.
             Para anggota paskibraka yang keanggotaannya lebih tua atau lebih lama tahun keanggotaanya,
    dibawah dewan pembina.

c. Bawahan/ Junior.
              Para anggota paskibraka yang keanggotaannya lebih muda atau lebih belakangan tahun
     keanggotaannya.

d. Mereka yang berhak menerima penghormatan.
              Setiap pejabat negara yang bukan dari paskibraka, dan hubungannya dengan kedudukannya,
     tugasnya atau pertanggung jawabannya dipandang perlu menerima penghormatan militer.


BAB III
KEKUASAAN DAN TANGGUNG JAWAB
1. Maksud dan Tujuan ( Pasal 2 PPM ).

      a. Untuk melahirkan disiplin/ tata tertib, ketaatan pada peraturan dalam kepaskibrakaan, maka setiap
          anggota paskibraka harus menyampaikan penghormatan kepada semua atasan, juga kepada semua
         yang berhak menerimanya.

     b. Untuk mewujudkan sesuatu ikatan jiwa yang kuat kedalam maupun keluar hanya dapat dicapai antara
         lain dengan adanya pernyataan saling menyampaikan penghormatan yang dilakukan dengan tertib
         sempurna dan penuh ke ikhlasan.

2. Ketentuan Umum ( Pasal 3 PPM ).

     a. Penghormatan oleh anggota paskibraka.
         Penghormatan senantiasa dilakukan dengan pandangan tetap tertuju kepada pihak yang diberi hormat, 
         dan yang menerima penghormatan senentiasa wajib mmbalas penghormatan tersebut, terkecuali
         apabila keadaan tidak memungkinkan untuk membalas penghormatan tersebut.

     b. Anggota paskibraka yang berpakaian seragam.
         1. Harus menyampaikan penghormatan kepada semua atasan yang berpakaian seragam atau
             berpakaian bebas rapi, apabila pihak bawahan mengenali baik mereka itu.
         2. Anggota paskibraka yang berpakaian seragam didalam tugas. Apabila keadaan tidak 
             memungkinkan, tidak diharuskan menyampaikan penghormatan kepada atasan yang lewat.

     c. Anggota paskibraka yang berpakaian bebas rapi.
               Kepada semua anggota paskibraka yang berpakaian bebas rapi wajib menyampaikan
         penghormatan kepada pihak atasan apabila bawahan mengenal atasan itu, maka berlaku tata cara 
         yang disesuaikan dengan adat dan kebiasaan masing-masing.

     d. Anggota paskibraka yang mengiringi atasan.
          1. Bagi anggota paskibraka yang mengiringi atasan secara resmi, tidak melakukan penghormatan,  
              apabila atasannya menerima/ menyampaikan penghormatan.
          2. Bagi anggota paskibraka yang mengiringi atasan secara tidak resmi wajib menyampaikan/ 
              membalas penghormatan, kecuali apabila penghormatan itu tidak berlaku baginya.

     e. Selama menyampaikan penghormatan tidak dibenarkan berbicara kecuali aba-aba.

3. Macam-Macam Penghormatan ( Pasal 4 PPM )

     a. Penghormatan militer terdiri atas dua macam :
            1. Penghormatan Militer Biasa.
            2. Penghormatan Militer Kebesaran.

     b. Penghormatan militer biasa, disampaikan kepada semua atasan atau sesama angkatan (untuk 
         mewujudkan ikatan jiwa korps).

     c. Penghormatan militer kebesaran disampaikan kepada :
            1. Bendera kebangsaan merah putih dalam upacara resmi.
            2. Lagu kebangsaan Indonesia Raya dalam upacara resmi.
            3. Presiden/ Wakil Presiden.

     d. Cara melakukan penghormatan militer kebesaran sama dengan penghormatan militer biasa dengan
         tambahan  6 langkah menghadap penuh kepada yang diberi±dikerjakan berhenti  hormat dan selesai
         jika yang diberi hormat telah membalas atau melewatinya.

BAB IV

CARA MENYAMPAIKAN PENGHORMATAN


1. Penghormatan perorangan ( Pasal 5 PPM )

       a. Seorang anggota paskibraka didalam keadaan berhenti/ berdiri menyampaikan penghormatan,
           sesudah ia mengambil sikap sempurna dan badan menghadap ke arah yang diberi hormat sebagai
           berikut :
                1. Bertutup kepala
                      a) Dengan gerakan cepat, tangan kekanan diangkat ke arah pelipis kanan, siku-siku 15
                          ‘serong kedepan , kelima jari lurus dan rapat satu sama lain, telapak tangan serong
                          kebawah dan kekiri, ujung jari tengah dan telunjuk mengenai pingir bawah dari tutup
                          kepala setinggi pelipis kanan.

                      b) Pergelangan tangan lurus, bahu tetap seperti dalam sikap sempurna pandangan mata tetap
                          tertuju kepada yang diberi hormat.

                      c) Jika tutup kepala mempunyai klep, maka jari tengah mengenai pinggir klep.

                     d) Jika selesai menghormat, maka lengan kanan dikembalikan secara cepat kesikap sempurna
                         lagi.

                2. Tidak bertutup kepala

                              Dengan gerakan cepat, tangan kanan di angkat
Ø ke arah pelipis kanan, siku-siku 15 ‘
                    serong kedepan , kelima jari lurus dan rapat satu sama lain, telapak tangan serong kebawah
                   dan kekiri, ujung jari tangan dan telunjuk mengenai pelipis kanan.
                  
Ø Pergelangan tangan lurus, bahu tetap seperti dalam sikap sempurna pandangan mata tetap
                   tertuju kepada yang diberi hormat.
                   Jika
Ø selesai menghormat, maka lengan kanan dikembalikan secara cepat kesikap sempurna
                   lagi.

       b. Seorang anggota paskibraka didalam keadaan berjalan memberi penghormatan sebagai berikut :

             1. Bertutup kepala
                       a)       Apabila pihak bawahan berjumpa dengan pihak atasan, maka pihak bawahan sesudah
                            menyingkir sedikit ( memberi jalan kepada atasan tadi bila dipandang perlu )
                            menyampaikan penghormatan, kepala maksimal 45 ‘ kearah yang diberi hormat.

                       b)       Langkah tetap dan lengan kiri tidak melenggang tetapi merapat dibadan seperti
                            didalam keadaan sikap sempurna.

                       c)       Penghormatan dilakukan pada saat bawahan melihat atasan dalam jarak yang
                           memungkinkan dan selesai sesudah pihak atasan membalas atau melewatinya.

                       d)        Diwaktu pihak bawahan hendak mendahului/ melewati atasan maka penghormatan
                           dilakukan  2 langkah.±pada saat akan melewatinya dan selesai sesudah melewatinya

                       e)        Berhadapan langsung sesama angkatan, penghormatan dilakukan seperti
                          penghormatan biasa ( tidak perlu berhenti )

            2. Tidak bertutup kepala
                       Apabila pihak bawahan berjumpa dengan atasan langsung (senior) maupun bukan, maka
                penghormatan dilakukan sebagai berikut :
                      a)    Dengan gerakan cepat, tangan kanan di angkat ke arah pelipis kanan, siku-siku 15 ‘
                         serong kedepan , kelima jari lurus dan rapat satu sama lain, telapak tangan serong kebawah
                         dan kekiri, ujung jari tangan dan telunjuk mengenai pelipis kanan.

                      b)     Pergelangan tangan lurus, bahu tetap seperti dalam sikap sempurna pandangan mata
                          tetap tertuju kepada yang diberi hormat.

                      c)      Tangan tetap dan tangan kiri tidak melenggang, tetapi merapat dibadan seperti dalam
                         sikap sempurna.

                      d)      Penghormatan Penghormatan dilakukan pada saat bawahan melihat atasan dalam jarak
                          yang memungkinkan dan selesai bila atasan telah membalas atau melewatinya.

                      e)         Diwaktu pihak bawahan Diwaktu pihak bawahan hendak mendahului/ melewati
                          atasan maka penghormatan dilakukan pada saat  2 langkah.±akan melewatinya dan selesai
                          sesudah melewatinya

        c.         Anggota paskibraka didalam keadaan berhenti maupun berjalan dan bertutup kepala/ tanpa
             tutup kepala tetapi karena sesuatu hal dimana ia sedang memegang/ membawa barang/ benda yang
             tidak dapat dipindahkan dalam keadaan berhenti/ berjalan ia mengambil sikap sempurna
             menundukkan/ menganggukkan kepalanya.

        d.         Terhadap atasan yang berjalan lalu lalang atau mondar-mandir, hanya disampaikan satu kali
             penghormatan.








0 komentar:

Poskan Komentar